Meski Kalah, Pengabdian Tak Surut

Empat tahun ia membentuk kepengurusan ranting partai dan membina warga di Kecamatan Rambutan dan Kecamatan Banyuasin III. Sudah bertahun-tahun juga ia menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), bahkan ia pernah menjadi anggota tim sukses caleg dari PDIP. Namun, apa daya. Caleg nomor urut tujuh dari ini harus mengubur asa untuk bisa menduduki kursi DPRD Banyuasin. Ia hanya mendulang tidak lebih dari 850 suara, jauh di bawah perolehan suara caleg PDIP nomer urut satu, yang mendapat sekitar 2500 suara. Ia adalah Anwar Ibrahim (38), alumnus Sekolah Demokrasi angkatan kedua.

Matahari belumlah begitu panas ketika saya yang ditemani seorang teman, berangkat menuju ke rumah Anwar Ibrahim, di desa Tanjung Marbu Kecamatan Rambutan, 13 Mei lalu. Dari rumah saya di Kelurahan Kedondong Raye, dibutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan kendaraan dengan kendaraan pribadi untuk sampai ke rumah Pak Anwar. Sementara dengan kendaraan umun, perjalanan bisa membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga sepuluh jam, karena harus empat kali beganti kendaraan. Rasa capek kami karena perjalanan jauh sedikit terobati, setelah disambut ramah Anwar, yang dengan senyum khasnya mempersilahkan kami masuk.

Pengalaman di pemilu 2009 ini membuat Anwar berpikir mengenai perlunya pendidikan politik bagi rakyat kecil. "Rakyat harus diberikan pendidkan politik, agar mereka lebih cerdas untuk memilih wakil rakyat," ungkap Anwar.  Ia menuturkan, sebelum pemilu ia telah mulai membina dan membentuk ranting PDIP di Kecamatan Rambutan dan Kecamatan Banyuasin II. Tak kurang dari 35 desa ia bina, dan 25 ranting PDIP ia bentuk. Secara matematis, menurutnya, ia bisa mengantongi sekitar 3.500 suara

Tetapi ternyata Anwar keliru, karena jumalh pendukungnya di pemilu legislatif tidaklah signifikan. Anwar menceritakan,  menjelang pemilu dilangsungkan ada beberapa caleg yang melakukan praktik politik uang untuk mendongkrak perolehan suara, padahal caleg-caleg itu sama sekali tidak membina warga dan tidak punya ranting. "Kekalahan saya ini disebabkan ada caleg yang memberikan uang kepada warga, untuk mendongkrak suara," tuturnya.

Fakta bahwa banyak warga binaan yang tidak memilihnya, sempat membuat Anwar kecewa, putus asa dan sempat frustasi. Terlebih, di salah satu TPS di mana ranting yang dibentuknya, ia tidak mendapat satu pun suara. Awalnya ia berpikir untuk tidak lagi mendatangi rumah warga yang telah ia bina. Ia juga sempat berpikir, untuk tidak lagi peduli pada keluhan pengurus ranting yang sudah ia bentuk. Tetapi pikiran itu tidak berlangsung lama, karena ia segera menyadari bahwa kekalahannya itu disebabkan masih banyaknya warga yang mudah untuk dibodohi, diimingi dengan janji-janji dan permainan politik uang.

Menurut Anwar, Sekolah Demokrasi (SD) memberinya banyak ilmu untuk menerima kekalahan di pemilu 2009 ini. SD juga telah membukakan matanya, bahwa pendidikan politik bagi warga amat diperlukan untuk mencerdaskan masyarakat, sehingga tidak lagi tertipu dengan janji-janji dan lebih bisa membedakan politisi yang baik dan yang pembohong. Anwar melakukan pendidikan politik melalui talkshow radio, pemberian penyuluhan politik warga, kampanye anti-politik uang, dan mengundang warga dalam seminar di tingkat desa. Ia berharap, apa yang ia bersama lakukan bersama Komite Komunitas Demokrasi Banyuasin (KKDB) mendapat masukan, usul saran dan dukungan dari partai politik, politisi  lembaga-lembaga lain yang peduli dan mengharapkan perbaikan bagi nasib rakyat.

Anwar mengaku, kekalahannya dalam pemilu kali ini tidak menyurutkan niatnya untuk kembali bertarung di pemilu 2014 nanti. "Tetapi terlebih dahulu saya dan KKDB akan memberikan pendidikan politik bagi warga Banyuasin, agar mereka tidak lagi mudah dibodohi oleh orang-orang yang hanya mencari jabatan dan kekuasaan," ungkapnya. Apa yang dilakukan Anwar menjadi bukti, bahwa meskipun kalah, ia tak sedikitpun menyurutkan pengabdiannya. (Arman, Banyuasin)

Fransiskus Pascaries on Monday 18 May 2009 at 09:41 am

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.