PPK Kader Partai, PPS Rantau Bayur Ancam Mundur

"Yang bersangkutan, memang masih menjabat sebagai wakil  Sekretaris Partai Golkar Kecamatan Rantau Bayur," ungkap Tajuddin, sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Golkar Rantau Bayur. Pernyataan ini sebenarnya menjadi bukti kuat bagi KPUD untuk tidak memilih Fahrur Rozi (35), menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Apalagi, saat ini Fahrur Rozi terpilih sebagai Ketua PPK Rantau Bayur. Dengan alasan semakin dekatnya hari pelaksanaan pemilihan presiden, KPUD tetap memilihnya sebagai pengganti PPK Rantau Bayur yang sampai saat ini masih menghilang.

Sepuluh menit bergeser dari jam sembilan pagi, 13 Mei lalu. Saya berangkat berangkat menuju Kantor Camat Rantau Bayur untuk menanyakan kebenaran berita ini. Penunjukan PPK baru oleh KPUD Banyuasin, sebagai pengganti PPK terdahulu yang saat ini masih menghilang entah ke mana (simak tulisan Banyuasin: Menghilangnya Anggota PPK Rantau Bayur). Terpilihnya kader partai ini jelas-jelas menyalahi aturan.

Untuk sampai di kantor camat ini dibutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan dari Pangkalan Balai, daerah di mana saya tinggal. Saya memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi untuk menuju kantor kecamatan, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Muara Enim ini. Tetapi saya harus bersabar, karena kondisi jalan yang jauh dari mulus. Masih banyak 'tambal sulam' dan lubang di sana sini. Padahal jalan ini belum berusia satu tahun. Tujuan saya jelas: PPS di Kecamatan Rantau Bayur.

Darminto, Ketua PPS Desa Muara Abab mengatakan, penunjukan PPK oleh KPU Banyuasin ini tidak tepat dan menyalahi aturan, karena tiga dari lima orang PPK yang ditunjuk KPUD adalah kader partai. Ia membeberkan, Fahrur Rozi tak lain adalah kader Partai Golkar yang masih aktif. Suryani SH adalah pengurus PAC Partai Bintang Reformasi (PBR), sedangkan Samsul Rizal adalah pengurus PAC PKB. "Sudah seharusnya KPUD berkaca pada pelaksanaan pemilu legislatif. Pelaksanaan pemilu di Rantau Bayur ini kacau. Saat itu, petugasnya tidak terlibat dalam partai, apalagi kalau PPK terlibat dan masih menjadi kader partai akan lebih parah kecurangan yang terjadi oleh PPK," ungkap Darminto.

Darminto menambahkan, ketiga orang ini pernah menjadi PPK dalam pemilihan bupati Banyuasin 2008. Namun, ketiganya kemudian dipecat oleh KPUD, karena dinilai tidak bisa bekerja dengan baik. PPS sekecamatan Rantau Bayur akan melayangkan surat ke KPUD Banyuasin, untuk mempertimbangkan kembali penunjukkan PPK Rantau Bayur. Bahkan menurutnya, PPS Rantau Bayur mengharapkan KPUD bisa segera mencopot PPK yang terlibat dan masih menjadi kader partai. "Kami (PPS, red) mengharapkan KPUD mempertimbangkan lagi penunjukkan PPK Rantau Bayur, bahkan KPU harus memecat PPK yang masih menjadi kader partai, kalau tidak kami akan mengundurkan diri dari PPS," ujar Darminto. Pengunduran diri itu akan dilakukan karena PPS se-kecamatan Rantau Bayur tidak  ingin nama baik mereka kembali tercemar dengan isu penggelembungan suara. Selama ini apa yang terjadi pada PPK turut juga berimbas ke PPS, karena sebagian kalangan masyarakat juga menuduh PPS terlibat dalam kasus ini. Karena itu, sekarang mereka berharap PPK bisa bersikap netral.

Sementara itu, Fahrur Rozi yang saya temui di kantor PPK  Rantau Bayur, menanggapi dengan dingin. Ia mengaku tidak ambil pusing dengan kontroversi ini. Menurutnya, tidak menjadi masalah ia kader partai atau bukan. Satu yang penting, ia bisa bekerja dengan baik, tidak seperti PPK sebelumnya. "Terserah mereka (PPS, red) mau bilang apa, yang penting saya bisa bekerja dengan baik. Masalah mereka mau mundur, silakan. Masih banyak orang yang mau menjadi PPS," kata Rozi.

Secara terpisah, Ketua KPUD Banyuasin Ibzani HS Spd mengatakan, penunjukan anggota PPK Rantau Bayur dikarenakan pengalaman mereka menjadi PPK. Selain itu, Ibzani mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan proses seleksi anggota PPK baru, padahal pekerjaan-pekerjaan seperti perbaikan DPT pemilu legislatif harus segera dilaksanakan untuk membuat DPS pemilihan presiden. "Memang, tiga dari lima anggota PPK Rantau Bayur katanya masih sebagai kader partai. Tetapi kami memilih mereka, berdasarkan pengalaman mereka sebagai PPK," katanya.  

Menanggapi ancaman pengunduran diri ini Ibzani menjelaskan, semua pihak harus memahami dan berpikir jernih. Karena, pelaksanaan pemilihan presiden tidak lama lagi akan digelar. "Saya akan beri penjelasan pada PPS Rantau Bayur, supaya mereka tidak mengundurkan diri," imbuh Ibzani. (Arman, Banyuasin)

aries on Friday 15 May 2009 at 08:09 am

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.