Terpilih Karena Membina Warga

"Kalau ingin merubah sistem dan memperjuangkan asprirasi rakyat, kita harus ikut serta dalam sistem itu". Kalimat itu selalu didengungkan para narasumber dalam proses pembelajaran Sekolah Demokrasi. Kalimat ini menjadi inspirasi alumni Sekolah Demokrasi dalam pemilu legislatif 2009 lalu. Untuk memenangkan pemilihan 2009, banyak cara ditempuh oleh caleg Sugeng Dwi Antoni (44), Sukardi (35), Arisa Lahari (40), alumni Sekolah Demokrasi Banyuasin. Jauh sebelum pemilu, mereka kerap menarik simpati dengan turun langsung ke masyarakat petani.

Tidak seperti hari-hari sebelumnya yang panas menyengat, 6 April lalu langit kota Banyuasin sangat bersahabat, udara tidak begitu panas. Waktu menunjukan jam 10.25 menit, ketika saya berangkat menuju kantor DPRD Banyuasin, untuk menemui Sugeng Dwi Antoni, anggota DPRD Banyuasin yang kembali memenangkan pemilihan legislatif 2009. Dengan senyum ramah ia menyambut saya di gedung rakyat ini. Dalam ruang kerjanya Sugeng menceritakan secara detail arah perjuangannya di DPRD sampai ia terpilih kembali menjadi anggota legislatif dari Dapil Satu yang meliputi Kecamatan Talang Kelapa dan Tanjung Lago. "Saya ini dipilih rakyat, karena mereka tahu kerja saya selama menjadi anggota DPRD, meski saya baru menjadi anggota dewan hasil pergantian antar waktu (PAW)," ungkapnya.

Kerja keras yang dilakukan Sugeng sebelum dan sesudah menjadi anggota DPR, ternyata berbuah manis. Terbukti, dalam pemilu 9April lalu ia kembali terpilih setelah memperoleh suara terbanyak di dapilnya. "Kerja keras yang saya lakukan selama ini tidak sia-sia. Kerja keras itu menghantarkan saya kembali ke gedung rakyat. Bukan dengan PAW, melainkan dengan memenangkan langsung proses pemilihan di daerah saya," ungkap Sugeng. Ia bertekad untuk tetap membina masyarakat dengan caranya. Karena menurutnya masyarakat telah memberikan kepercayaan kepadanya, sekarang menjadi gilirannya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Apa dilakukan oleh Sugeng, juga dilakukan Sukardi SP, alumnus Sekolah Demokrasi lainya, yang menjadi penyuluh pertanian di Kecamatan Banyuasin II. Sebelumnya, Sukardi sama sekali tidak tertarik untuk berkecimpung di dunia politik, terlebih mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. "Saya sangat senang dengan pekerjaan lama saya sebagai penyuluh pertanian. Tetapi setelah mengetahui persoalan petani yang tidak diperhatikan oleh pemerintah, saya memutuskan diri untuk ikut dalam persaingan memperebutkan kursi di DPRD Banyuasin," tuturnya.

Menurut Sukardi, pekerjaannya sebagai penyuluh pertanian memberikan pelajaran tersendiri. Ia kini memahami persoalan yang dihadapi masyarakat petani. Itu semua akan ia bawa dan perjuangkan di gedung DPRD. "Ini berkat perjuangan saaya membina petani di kecamatan saya.. Sekarang apa yang menjadi unek-unek petani akan saya perjuangkan di gedung dewan nanti," ungkap pria lulusan Institut Pertanian Bogor ini.

Apa yang dilakukan Sugeng dan Sukardi, juga sudah dijalani Arisa Lahari, caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari daerah pemilihan tiga, yang meliputi Kecamatan Muara Telang dan Air Saleh. Ketekunan Arisa membina nelayan di daerahnya, membuatnya terpilih dan memenangkan pemilu 2009. Menurutnya, yang ia lakukan adalah buah dari keikutsertaannya di Sekolah Demokrasi angkatan kedua."Apa yang saya dapatkan di Sekolah Demokrasi, saya terapkan di daerah saya. Ternyata hasilnya luar biasa, dan sama sekali tidak saya duga saya memperoleh suara terbanyak," ungkap Arisa yang berharap ilmu yang didapatkan di Sekolah Demokrasi dapat ia pergunakan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Banyuasin, terutama petani. (Arman dan Prana Susiko, Banyuasin)

aries on Monday 11 May 2009 at 05:42 am

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.