Disingkirkan Karena Bersuara Lantang

"Sudah menjadi kewajiban anggota DPRD Banyuasin untuk memperjuangkan  kehendak dan aspirasi rakyat, termasuk pengusutan kasus dugaan korupsi yang dilakukan CV Sinar Ngunang dalam pembangunan gedung paripurna DPRD Banyuasin. Semua yang digunakan untuk membangun itu adalah uang rakyat." Sepenggal kalimat itu diucapkan M. Karyono (34), alumnus Sekolah Demokrasi Banyuasin angkatan pertama, yang dikenal vokal dan berani memperjuangkan aspirasi rakyat.

Masyarakat Banyuasin, khususnya Kecamatan Pulau Harimau, sangat mengenal sosok satu ini. Keberaniannya dalam menentang kebijakan pemerintah yang dinilainya tidak berpihak kepada masyarakat, membuat pria kelahiran Blitar ini sering dimusuhi dan dikucilkan. Tetapi bukan alumnus Sekolah Demokrasi,  kalau langsung menyerah dan tunduk kepada keputuan pemerintah  yang tidak berpihak kepada masyarakat. "Biar saya dimusuhi semua anggota DPR dan Bupati, yang penting rakyat suka sama saya," ungkap Karyono. Ketegasan dan keberaniannya mewujud, saat ia menemukan ketidakberesan pembangunan gedung paripurna DPRD Banyuasin.

M. Karyono  yang menemukan langsung ketidakberesan segera melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Banyuasin. Ia menilai, pembangunan gedung DPRD yang menggunakan uang milyaran rupiah itu sama sekali tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Dasar Bangunan (RADB). Semua elemen dalam gedung dinilainya berkualitas rendah, termasuk lantai ruangan yang bergelombang. Sikap dan keberanian Karyono ini ditunjukannya karena tidak ada tindakan langsung dari aparat penegak hukum untuk menyelidiki penyelewengan ini. "Dengan tidak adanya pengusutan dari pihak Kejaksaan Negeri dan penyelidik tindak pidana korupsi Polres Banyuasin, menunjukan preseden buruk kinerja aparat penegak  hukum di Banyuasin," ungkap Karyono berapi-api.

Sikap dan keberanian Karyono ini diakui mantan anggota dewan DPRD Banyuasin dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Samsuri HAJ. Menurut Syamsuri, sikap Karyono yang menuntut diusutnya kasus pembangunan gedung paripurna itu perlu didukung. "Semua tindakan penyelewengan yang menggunakan uang rakyat harus diusut tuntas dan ditindak tegas," ucap Samsuri. Samsuri menambahkan, masyarakat harus mengetahui persoalan ini, agar kemudian bisa memberikan penilaian

Ketegasan dan keberanian  Karyono dan Samsuri  tak jarang membuat banyak pihak yang ingin menyingkirkan mereka. Sejumlah orang di internal DPC PBB Banyuasin pernah ingin menyingkirkannya Karyono dari kepengurusan. Namun karyono bergeming. Ia dimintakan pertanggung jawabannya oleh DPW atas pengaduan dari anggotanya. M. Karyono menjelaskan duduk persoalan yang dihadapinya dengan tenang dan tetap menjadi ketua DPC PBB Banyuasin. "Kalau kita selalu membela rakyat, tentu rakyat juga akan membela kita," ungkap Karyono sambil tertawa.

Lain lagi yang dihadapi Samsuri. Keberanian dan kengototannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang didengarnya sewaktu ia turun langsung kedesa-desa, membuatnya harus diturunkan dari kursi DPRD. PDIP Kabupaten Banyuasin memecatnya dari keanggotaan DPRD, dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) tahun 2008. "Tidak semua orang senang dengan sikap kita yang memperjuangkan apirasi rakyat," ungkap pria yang ingin bergabung dengan KK Banyuasin sebelum pileg berlangsung.

Upaya penyingkiran keduanya dari DPRD Banyuasin tidak berhenti sampai di situ. Karyono yang kembali mencalonkan diri melalui PBB, dan Samsuri yang mencalonkan diri dari PDIP diganjal dengan permainan uang dan magis di daerah pemilihan Pulau Harimau." Permainan uang dan magic yang dilakukan di dapil kami adalah upaya penyingkiran kami dari kursi DPRD. Tetapi, walau tidak terpilih kami akan tetap memperjuangkan aspirasi rakyat," ungkap Karyono. Menurutnya, SD memberikan banyak pilihan kepadanya untuk berjuang, tidak hanya dengan duduk di kursi dewan, tetapi dengan cara-cara lain. Salah satunya melalui KK Banyuasin," ungkap Karyono.

Ia menghimbau kepada alumni Sekolah Demokrasi Banyuasin yang tergabung dalam Komite Komunitas Demokrasi Banyuasin untuk bersatu, dan bekerja sama agar menjadi suatu kekuatan yang bissa memperjuangkan Aspirassi rakyat. "Alumni harus bersatu untuk menghidupkan KK Banyuasin. Perjuangan masih panjang, masih banyak persoalan rakyat yang diabaikan penguasa. Aspirasi rakyat itu harus kita perjuangkan melalui organisasi ini," ujar keduanya berbarengan. Beginilah risikonya ketika bersuara lantang, disingkirkan. (Arman dan Prana Susiko, Banyuasin)

Fransiskus Pascaries on Wednesday 06 May 2009 at 05:59 am

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.