Menang Karena Majelis Taklim

Pada umumnya, masyarakat Indonesia senang menggabungkan diri ke dalam perkumpulan. Entah itu perkumpulan hobi, organisasi massa, organisasi keagamaan, dan sebagainya. Dalam konteks pemilu, perkumpulan-perkumpulan itu, sedikit-banyak bisa membantu para caleg untuk mendulang suara di hari pencontrengan. Salah satu caleg yang melakukan itu adalah Meiyasri, SE.

Angin segar berhembus dengan lembut ke pangkuan sosok perempuan dari Kecamatan Banyuasin III, yakni Meiyasri SE. Usaha kerasnya membina Majelis Taklim ibu-ibu di Kecamatan Banyuasin ternyata berbuah manis. Lembaga itu terbukti telah membawa Meiyasri (37) melenggang ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuasin, melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).   

Memang masih terlalu dini bagi Meiyasri untuk menyatakan kemenangan, karena sejauh ini KPUD Banyuasin belum melakukan rapat pleno penetapan caleg yang terpilih. Namun berdasarkan hasil rekapitulasi KPUD Banyuasin 30 April lalu, perolehan suara Meiyasri menduduki urutan enam dari delapan kursi yang diperebutkan di Daerah Pemilihan (Dapil) V Kecamatan Banyuasin III dan Rantau Bayur. "Saya belum bisa memastikan, sebab belum ditetapkan. Nanti dikira orang, apa-apaan belum penetapan sudah mengklaim menang," kata Meiyasri merendah. Meski demikian, dari rona wajah ibu dua anak ini terlihat jelas optimismenya untuk melenggang ke Gedung Dewan Kabupaten Banyuasin untuk lima tahun mendatang.

Ia menyambut kedatangan kami yang ingin mengetahui resep, strategi serta taktik yang ia gunakan, sehingga bisa meraih peringkat nomor enam dalam rekapitulasi sementara KPUD Banyuasin. Dikatakannya, sebelum maju setiap caleg idealnya harus sudah membuktikan bahwa bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat. "Saya tidak mengatakan bahwa saya tergolong orang yang berhasil membina masyarakat, khususnya para ibu-ibu pengajian dalam permasalahan agama. Tetapi setidaknya, saya sudah melakukan apa yang bisa saya lakukan demi masyarakat Banyuasin III ini," katanya. Ia menambahkan, bahwa ia juga tidak menduga apa yang dilakukannya beberapa tahun ini, akan membawanya menjadi anggota legislatif dari PKS.

Diakui Meiyasri, setelah menerima pinangan dari PKS, untuk maju sebagai caleg, ternyata ibu-ibu pengajian di mana ia aktif berkegiatan sangat menginspirasinya untuk mencalonkan diri dalam pemilu legislatif 9 April lalu. "Walau sebagai Ketua Majelis Pengajian Ibu-Ibu Kecamatan Banyuasin III, tetapi saya tidak memanfaatkan lembaga ini untuk menjadi basis massa saya. Namun terlepas apakah mereka mendukung saya, yang jelas saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan tersebut," tambahnya.

Meiyasri menambahkan, jika memang Tuhan mentakdirkan dirinya maju sebagai perwakilan rakyat Kecamtan Banyuasin III dan Rantau Bayur, setelah penetapan hasil dari KPUD mendatang, ia akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya itu.

Sementara itu Ida Royani (60), warga Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, mengungkapkan Meiyasri adalah sosok yang suka bersosialisasi di masyarakat. Menurut Ida, meski berasal dari kalangan berada, Meiyasri tergolong orang yang peduli dengan lingkungan sosialnya. Hal itu dapat dilihat dari perhatian dan pertolongannya pada rakyat kecil yang telah dilakukannya selama ini. "Saya sangat mendukung beliau menjadi caleg, karena setahu saya ibu Meiyasri itu orangnya baik dan suka bergaul dengan masyarakat. Bukan hanya saat menjadi caleg, tapi jauh sebelumnya memang seperti itu," kata Ida Royani.  (Prana Susiko, Banyuasin)

aries on Monday 04 May 2009 at 08:42 am

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.