Kalah dalam Pemilu, Memenangkan Hati Rakyat

Pelaksanaan pemilu legislatif 2009 menimbulkan banyak kesan bagi caleg maupun masyarakat. Bagi sebagian caleg, kekalahan tak ubahnya aib dan musibah. Banyak caleg tidak bisa menerima hasil pelaksanaan pemilu. Cara-cara tidak lazim mereka lakukan untuk menang, termasuk praktik politik uang. Kalaupun kalah, mereka telah menyiapkan strategi untuk  menggugat dan sebagainya. Namun bagi caleg Partai Keadilan Sejahtera untuk DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Abu Bakar Matcik (44), tidak ada gunanya menang dalam pemilu kalau kemudian dimusuhi masyarakat.

Waktu menunjukan pukul sepuluh pagi, ketika saya bersama seorang teman berangkat menuju ke rumah Abu Bakar Matcik di Desa Langkap Dalam, Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin, beberapa hari lalu. Langit tampak begitu cerah, setelah hampir dua minggu terakhir ini tak ada hujan. Saya bergumam dalam hati, inilah saatnya untuk pergi ke Desa Langkap. Untuk sampai ke desa ini saya membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan. Sementara di musim penghujan, dibutuhkan waktu sekitar lima jam untuk sampai ke desa ini. Bahkan, tak jarang perjalanan harus dibatalkan. Bagaimana tidak, saat musim hujan jalan akan dipenuhi lumpur sepanjang puluhan kilometer. Hanya mobil-mobil tertentu seperti truk yang bisa melewati daerah itu.

Debu berterbangan di sepanjang jalan yang menutupi pandangan saya. Ini menandakan di depan saya ada mobil yang masuk ke desa ini. "Mungkin mobil  warga desa yang pulang dari pasar Betung," kata teman saya. Saya memacu motor dengan lebih cepat untuk mendahului mobil itu, agar bisa terhindar dari debu yang semakin lama terus menebal. Setelah bertanya ke beberapa warga, tibalah kami di rumah Abu Bakar Matcik.

"Assalamualaikum", saya mengucap salam di depan rumah Abu Bakar Matcik, caleg dari Daerah Pemilihan Sungai Lilin . "Waallaikum salam," sambut Pak Abu, begitu orang di desa itu memanggilnya. Rasa lelah karena perjalanan jauh hilang seketika, ketika kami tiba di rumahnya. Kami disambut dengan baik dengan sikap yang bersahabat. "Mari masuk" kata Abu. Dia tersenyum kepada kami. Sikapnya yang ramah mengingatkan saya kepada pandangan warga setempat tentang pria satu ini. "Saya mengenal Pak Abu sudah lama. Ia ramah, baik, dan tidak sombong. Sikap itu ia tunjukkan bukan saja saat sedang mencalonkan diri, tetapi sebelum dan sesudah pemilu 2009, meski ia tahu kami tidak memilih dia," kata seorang warga bernama Latip. Kesan inilah yang membuat saya penasaran, dan memutuskan untuk datang dan bertemu langsung dengan beliau.

"Alhamdulilah, baik." Hanya itu yang ia jawab, saat saya menanyakan hasil pemilu legislatif 9 April lalu. Meski terjadi kecurangan di sana-sini, Abu menilai semuanya terjadi dalam batas kewajaran dan tidak perlu dipermasalahkan. Menurutnya, kalau permasalahan kecil harus persoalkan, prosesnya tidak akan pernah selesai. Ia memandang kalah menang adalah hal biasa dalam pemilihanm, karena itulah konsekuensi dari kompetisi. "Kita juga harus bersikap dewasa dan bisa menerima kekalahan dan kemenangan," tuturnya.

Menurut Abu, keikutsertaannya dalam pemilu didorong satu niat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Langkap yang selama ini sama sekali tidak diperhatikan pemerintah. Desa Langkap ini terkenal sebagai penghasil minyak minyak bumi. Tetapi, Abu menyayangkan, itu semua tidak menjamin kemakmuran warga Desa Langkap. "Jangankan sejahtera, jalan kami pun tidak pernah dibangun," tuturnya. Tetapi baginya, pemilu telah berakhir, dan tidak ada gunanya dipikirkan.

Meski demikian, kekalahan dalam pemilu tidak menyurutkan niatnya untuk membela dan membantu masyarakat. Menurut Abu, inilah saatnya ia menunjukan kepada masyarakat keseriusan dari visi, misinya saat pencalonan. "Meski kalah, kita tetap harus membantu warga sini dan warga lainnya," ungkap Abu yang tengah membentuk kelompok tani.

Kelompok tani yang ia bentuk saat ini diharapkan dapat membantu kesehjahteraan bagi warga desanya dan warga lain. "Kelompok tani ini dibentuk karena kami ingin membantu warga yang kekurangan modal. Kami juga menyiapkan lahan  bagi warga yang tidak mempunyai lahan untuk ditanami kelapa sawit. Mereka tidak perlu membayar," jelasnya sembari menjelaskan bahwa semua warga boleh masuk dalam kelompok taninya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam hal pendanaan pihaknya mengharapkan anggota membayar iuran Rp.5 ribu per minggu. Uang itulah yang akan mereka gunakan untuk membeli bibit sawit, pupuk, racun dan biaya lain-lain. "Masalah pembiayaan mereka hanya kami kenakan biaya sebesar Rp.5 ribu per minggu. Selebihnya, akan kami bantu sampai masa panen tiba," ujar Abu. Sampai saat ini anggota kelompoknya telah mencapai 250 kepala keluarga, di mana satu orang kami berikan lahan sebesar dua hektar, yang sama sekali tidak boleh dijual. Sampai di sini pembicaraan kami dengan Abu, karena ada beberapa anggotanya kelompok tani, yang menjemput Abu untuk memeriksa lahan mereka 

Keikhlasan hati Abu dalam membantu orang dalam hal penyedianan  lahan untuk bertani juga diakui oleh warga setempat, Muhammad (35). Menurutnya, meski tidak menang, Abu tetap membantu warga yang kurang."Pak Abu itu walau tidak menang tetap ingin membantu warga yang dalam kesusahan," tutur Muhammad.

Kebaikan Abu juga diakui oleh Maryati, warga Village 20. Menurutnya, kekalahan Abu itu lebih disebabkan perubahan sistem pemilihan dari pencoblosan ke pencontrengan. Banyaknya partai politik juga membingungkan banyak warga yang ingin memilih. "Kalau partai sedikit dan pemilihan tetap mencoblos, pasti Pak Abu menang," ungkapnya. Menurutnya, kekalahan Abu juga terjadi karena banyak warga desanya dan desa lainnya yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap. Tetapi meski kalah, ia meyakini Abu akan tetap dicintai masyarakat, terutama warga Kecamatan Sungai Lilin.

Sampai di sini pembicaraan saya dengan Maryati. Saya pun pulang dengan harapan, semoga apa yang dilakukan Abu di Banyuasin juga dilakukan oleh caleg yang kalah, terlebih caleg yang menang di Banyuasin.(Arman, Banyuasin)

aries on Monday 04 May 2009 at 10:22 am

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.