RRI Malang Libatkan 80 Kontributor SMS Quick Report
Sunarti (35) seorang aktivis Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang mengaku, imbalan yang ia terima dalam program penghitungan cepat yang digelar RRI tidaklah besar. Tetapi baginya, apa yang ia lakukan tidak lain adalah bagian dari usahanya untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi di Indonesia, Pemilu.
Sementara itu, Bangun Setiawan Nugroho (22) seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mengaku ingin mengambil manfaat yang lebih substansial dari program ini. Ia memutuskan untuk bergabung agar bisa mengamati secara langsung teknis pelaksanaan pemilu di negeri ini, memantau proses penghitungan suara, dan menambah pengetahuannya dalam hal pemilu.
Bersama 78 orang lainnya, Bangun dan Sunarti menjadi kontributor dalam program SMS Quick Report yang diluncurkan Radio Republik Indonesia (RRI) Malang 6 April lalu. Dalam program ini, setiap kontributor akan diberi imbalan sebesar Rp.100.000. Angka itu relatif kecil jika dibandingkan tanggungjawab yang harus mereka emban, terlebih jika tidak memiliki kendaraan pribadi dan harus mendatangi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Angka itu juga sudah termasuk biaya pulsa dan logistik.
Menurut keterangan Kepala Seksi Kepenyiaran RRI Malang yang juga koordinator SMS Quick Report wilayah Malang Lahar Rudiyarso, layanan ini diluncurkan sebagai bagian dari keberanian RRI untuk memberikan materi penyiaran apapun, termasuk hal-hal terkait pemilu. Dengan prinsip bahwa siapa pun bisa menyebarkan informasi selama tidak menyalahi konsensus, termasuk melalui short message service (SMS), ditambah status sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), program itu diluncurkan.
SMS Quick Report adalah program RRI Jakarta, yang akan dilaksanakan serentak dari 58 stasiun RRI seluruh Indonesia. Tidak ada sponsor yang mendukung program yang baru pertama kali ini dilakukan. Pada prinsipnya, prinsip kerja SMS Quick Report serupa dengan dengan quick count (penghitungan cepat) yang bertujuan untuk memberikan informasi perolehan suara partai secepat mungkin kepada masyarakat.
Untuk melancarkan program ini, RRI melibatkan 80 kontributor dari tiga organisasi, yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang, Fatayat NU Kabupaten Malang, dan Averroes Community. Cakupan wilayahnya meliputi Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) dan beberapa desa di Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kota Pasuruan.
Pada hari pelaksanaan pemilu legislatif nanti para kontributor akan disebar di 240 TPS di wilayah tersebut. Setiap kontributor ditugasi untuk memantau di tiga TPS di satu desa/kelurahan. Mereka bertugas memberikan informasi perolehan suara partai, baik untuk DPR RI, DPR provinsi, maupun DPR kabupaten/kota di tiga TPS yang menjadi wilayah kerjanya ke pusat data RRI Jakarta melalui SMS. Data-data tersebut akan ditabulasi oleh RRI Jakarta. Format SMS sudah diatur dengan sistem yang di dalamnya berisi kode pos kecamatan, nomor TPS, nomor partai, dan perolehan suara partai. Secara otomatis, format akan terkirim ke telepon seluler kontributor, setelah mereka mengirim permintaan format. Jadi, kontributor cukup mengganti data sesuai keberadaan dan hasil pantauan.
Di samping itu, RRI juga akan menerima laporan menarik yang didapat kontributor di lapangan. Seperti jumlah pemilih yang hadir ke TPS sampai jam 10.00 hanya 10 orang. Kontributor bisa mengirimkan informasi tersebut langsung ke RRI Jakarta atau RRI Malang melalui SMS. Reporter akan menghubungi mereka untuk memberikan laporan lengkap. (Any Rufaidah, Malang)








