Kampanye Caleg di Rumah Ibadah

Kalau di pemilu-pemilu terdahulu perolehan kursi ditentukan oleh nomor urut caleg, di pemilu April ini caleg terpilih ditentukan berdasarkan jumlah suara yang berhasil didapat masing-masing. Persaingan menjadi sengit, karena sistem ini tidak lagi menuntut persaingan antar partai, melainkan persaingan antar caleg, bahkan caleg satu partai. Oleh karena itu, setiap caleg menggunakan banyak cara untuk meraih suara, dan rumah ibadah pun tak luput menjadi target untuk disambangi.

Menurut caleg Partai Golkar untuk daerah pemilihan Kecamatan Banyuasin 3 dan Rantau Bayur, Banyuasin Saipul Rosyad, berkampanye dengan cara mendatangi masjid, pengajian, yasinan dan acara-acara ibadah lainnya dinilai lebih fektif, dibanding kalau caleg harus mengumpulkan masa. "Selain bisa menghemat biaya, kita bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat," kata Saipul. Menurut Saipul, tidak ada gunanya mengumpulkan massa dalam jumlah besar dalam kampanye, jika kemudian yang datang orang-orang yang sama. Tetapi kalau kampanye dengan cara menghadiri pengajian sang caleg bisa bertatap muka langsung dengan anggota masyarakat. Selain itu, menurut Saipul, masyarakat juga bisa mengetahui sosok caleg, dan juga visi-misinya saat mencalonkan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD.

Hal serupa juga dikatakan caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan untuk daerah pemilihan Kecamatan Banyuasin 3 dan Rantau Bayur, Meiyasri. Menurut Meiyasri, ia dan juga partainya tidak melakukan kampanye dalam bentuk pengumpulan masa di Kabupaten Banyuasin. Ia bersama partainya lebih memilih kampanye dengan cara mendatangi rumah warga, menghadiri acara-acara keagamaan di masjid, dan lain-lain. "Inilah cara saya mencari dan menarik simpati masyarakat, karena posisi saya sebagai ketua pengajian akbar ibu-ibu, ini harus saya manfaatkan dengan betul. Bukan berarti saya tidak setuju dengan menggelar kampanye pengumpulan massa," tutur Meiyasri Kampanye seperti ini dinilainya lebih efektif dan menyentuh langsung, dan tidak menyerap biaya besar dan mengandung risiko bentrok dengan massa pendukung caleg lain.

Hampir adu fisik
Dalam kesempatan terpisah, warga desa Pelajau Ilir kecamatan Banyuasin III M. Sa'y, kami mintai tanggapan atas kampanye caleg seperti ini, mengaku tidak mempermasalahkan cara berkampanye tiap caleg. Ia memberikan toleransi, sejauh tidak merugikan kepentingan warga seperti dirinya. "Terserah mereka mau kampanye seperti apa, yang penting mereka tidak merugikan kami," jelas M'Say.

Hal berbeda diungkap oleh Warga Desa Rimba Alai, Boden, yang tidak setuju kalau rumah ibadah. Menurutnya, seorang caleg harus mengerti aturan dan tempat berkampanye, agar rumah ibadah atau hajatan tidak digunakan tempat kampanye. "Hakikat dari kampanye adalah ingin menarik simpati dan dukungan masyarakat terhadap caleg, tetapi kalau kampanye dilakukan di masjid, hajatan, pengajian itu menyalahi aturan, kekhusyukan beribadah jadi terganggu," kata Boden.

Lebih lanjut, menurut Boden, dirinya pernah bertengkar dengan seorang caleg yang akan berkampanye di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di desanya. "Aku pernah bertengkar bahkan hampir berkelahi dengan caleg dan pendukungnya, karena mereka ingin melakukan kampanye di masjid. Waktu itu kami sedang memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW," jelasnya

Hal serupa juga diungkap warga Desa Kayuara Kuning beragama Kristen, Togar. Menurut Togar, seorang caleg yang beragama Kristen berkampanye di desanya. Dalam kampanyenya, caleg dari salah satu partai mengatakan, akan membangun gereja dan meminta dukungan suara dan finansial kepada umat Kristen setempat. "Ia minta kami untuk mendukung dia. Setelah terpilih nanti, dia akan membangun gereja. Maka sebelum itu dia sangat mengharapkan bantuan dana dari warga disini," jelas Togar.

Berkampanye mencari dukungan dan simpati memang mutlak perlu diperlukan untuk memenangkan pemilu. Tetapi jangan sampai melakukan cara-cara yang tidak santun. Kemenangan memang harus diusahakan, tetapi harus diperhatikan agar kampanye tidak menimbulkan keributan dan masyarakat tertarik untuk memilih. (Prana Susilo, Banyuasin)

aries on Friday 03 April 2009 at 2:08 pm

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.