Sosialisasi Pemilu

Mobil Pemilu Indonesia 2009Di bawah bayang – bayang kekhawatiran rendahnya angka pemilih dalam pemilu legislatif yang akan datang, dan fakta bahwa sistem pemilu yang baru memerlukan energi dan partisipasi dari seluruh masyarakat di Indonesia, Departeman Agama Kota Batu, Malang, Jawa Timur  punya cara sendiri untuk menghadapinya.

Bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batu Malang, mereka mengadakan sosialisasi pemilu di Masjid Sultan Agung, Batu, Malang, Jawa Timur, 24 Maret. Di hadapan sekitar 300 orang, mereka mensosialisasikan penyelenggaraan pemilu yang akan datang, dalam sebuah acara yang diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Sehingga, acara ini diberi tajuk "Maulid Nabi dan Sosialisasi Pemilu 2009."

Sosialisasi Pemilu Indonesia 2009, KPUD Kota BatuKetua KPUD Kota Batu Mahfud menekankan empat poin penting dalam pemilu yang akan datang. Pertama, tingkatan-tingkatan pemilu mulai pileg sampai pilpres; jumlah kursi yang mewakili masyarakat Kota Batu di kabupaten, provinsi, dan nasional; tata cara pemilihan, dan kendala-kendala pemilu. Terkait poin terakhir, Mahfud menyampaikan sampai saat ini masih ada caleg yang tidak memahami tata cara pemilihan dalam pemilu mendatang. Dia mengaku beberapa waktu lalu seorang caleg datang padanya untuk menanyakan tata cara pemilihan, hal yang menurutnya sangat disayangkan. Selain itu Mahfud juga menyampaikan mekanisme pemilihan di Indonesia masih ketinggalan dan belum bisa memanfaatkan teknologi. "Di dunia ini hanya ada dua negara yang masih menggunakan pemilihan umum dengan cara mencoblos, yaitu Indonesia dan Kamerun. Negara-negara yang lain ada yang menggunakan komputer dan alat semacam ATM," ungkapnya.

Melibatkan Mahasiswa

Sementara itu Korp HMI-wati (KOHATI) Cabang Kota Malang menunjukkan aksinya dalam sosialisasi pemilu 2009. Saat ditemui kemarin, sekelompok kader putri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini sedang berkeliling dengan mobil warna hitam yang di bagian belakangnya tertulis "Saya Ikut Pemilu 2009."

Seorang mahasiswi dari Universitas Islam Malang (UNISMA) Yati Febriati, yang terlibat dalam program ini mengatakan, langkah ini penting untuk diambil, karena mereka menyadari bahwa masih ada banyak pemilih yang belum memahami untuk menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu yang akan datang. Yati berharap, dengan menggunakan cara seperti ini masyarakat bisa memahami sistem pemilihan yang baru.

Kegiatan ini akan diadakan sampai 30 Maret, setelah dimulai sejak 20 Maret lalu, dengan tiga kelompok masyarakat yang menjadi sasaran, yaitu sekolah, kelompok perempuan, dan masyarakat pemilih umum. KOHATI dan KPU akan menjangkau lima wilayah di Jawa Timur seperti Jember, Kediri, Tulungagung, Ponorogo dan Bojonegoro. (Any Rufaidah, Malang)

aries on Monday 30 March 2009 at 08:07 am

No comments

Emoticons
Remember personal info?
Notify
Hide email
Small print: All html tags except <b> and <i> will be removed from your comment. You can make links by just typing the url or mail-address.